[ Senin, 27 April 2009 ]
Jual Barang Loak, Untuk Sekolah Anak
TIDAK bisa dipungkiri jika pengguna sepeda motor di Pamekasan cukup banyak. Hal itu menjadi alasan Ahmad untuk menjual spare part bekas kendaraan roda dua.
Padahal, sebelumnya warga Desa Rongkarong, Kecamatan Kota Pamekasan, ini sempat menjadi pengangguran selama lima tahun. Saat itu dia harus gulung tikar karena usaha jualan sandalnya bangkrut. Dengan bermodal Rp 250.000, kini omzetnya mencapai Rp 1.200.000 per hari. Walaupun usaha tersebut baru dirintisnya empat bulan yang lalu.
Hasil yang diperoleh dari berjualan barang loak tersebut, ditujukan untuk biaya sekolah anaknya. Ayah yang dikaruniai tiga putri ini mampu menguliahkan anak tertuanya dan menyekolahkan anak keduanya.
Saat ini anak pertamanya sudah semester enam di salah satu perguruan tinggi di Surabaya. Sementara anak keduanya baru saja menyelesaikan ujian tingkat SMA. Sedangkan anak ketiganya masih berumur 3,5 tahun.
"Saya hanya ingin anak - anak bisa kuliah. Bukan kuliah yang untuk kerja. Tapi, demi ilmu dan pengalaman" ungkap suami dari Musrifah ini. (c14/mat)