[ Jum'at, 12 Maret 2010 ]
Soft Furnishing Ganti Suasana
KADANG-KADANG, saking sibuknya dengan pekerjaan, banyak orang yang tidak sempat memperhatikan interior ruang. Suasana dan penataan ruang pun tak mengalami perubahan hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Lama-lama muncul rasa bosan. Padahal, menghadirkan suasana baru tidak harus dengan mengutak-atik tiga komponen utama ruang. Yakni, dinding, plafon, ataupun lantai.
Cara yang biasa dipakai adalah mengubah susunan perabot. Misalnya, letak sofa dan rak televisi ditukar posisinya. Atau, kalau punya dana berlebih, bisa dengan memasang wallpaper, mengganti cat dinding, sampai mengganti perabot. Tentu saja, selain dana, dibutuhkan waktu. Kalau anggaran minim serta waktu tak tersisa, mengapa tidak menjajal bermain-main dengan soft furnishing.
Soft furnishing adalah sentuhan elemen dekorasi yang bentuknya tidak terlalu besar, tapi mampu mengubah suasana. Misalnya, cushion, placemat alias tatakan piring, curtain, dan pernik-pernik kecil lain. Tidak perlu usaha lebih untuk memasangnya. Soft furnishing juga cenderung bisa didapatkan dengan harga yang tidak terlampau mahal. Tinggal sesuaikan dengan bujet dan selera.
Kalau ingin hemat, bisa pakai soft furnishing jenis multifungsi. Sebut saja voravan. Ini semacam hiasan dari bahan spon dengan aneka bentuk yang unik. Kalau dilihat, bahannya mirip spon untuk karpet anak-anak. Hanya, ukurannya lebih kecil. Voravan bisa dipakai untuk dekorasi lampu, dinding, sampai dengan cermin. Fungsinya mirip stiker. Yang lebih tebal bisa dipakai untuk placemat, bahkan pelapis lantai.
Tetap saja, tidak bisa menambahkan soft furnishing secara sembarangan. ''Pertimbangan warna itu penting,'' kata Titok Pratiaditya, head of design center AJBS Home Furnishing. Kadang, untuk perubahan suasana dibutuhkan warna yang jauh berbeda dengan sebelumnya. Tapi, harus dilihat kesesuaiannya dengan warna perabot di sekitarnya serta konsep ruang itu sendiri.
Selain itu, komposisi soft furnishing jangan berlebihan alias terlampau banyak. Bukannya mempercantik, malah membuat kesan penuh. Lebih baik fokuskan pada satu titik. Kalau sudah memasang voravan di dinding, lebih baik hindari pemakaian voravan untuk hiasan lampu berdiri. ''Masih bisa pakai untuk tatakan gelas atau tatakan pot di meja atau coffe table,'' jelas Titok. (any/nda)