Sabtu, 31 Juli 2010
 
[ Jum'at, 01 Agustus 2008 ]
Pemkot Usul Dana BOS Naik
Berharap Dewan Setuju, Direalisasikan Mulai Tahun Depan

SURABAYA - Pemkot mengajukan usul kenaikan anggaran bantuan operasional sekolah (BOS) mulai tahun depan. Kenaikan itu total merupakan anggaran BOS diproyeksikan mencapai Rp 421 miliar.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeko) Tri Rismaharini mengatakan, BOS memang paling banyak menyedot anggaran. ''Tapi, anggaran sebesar itu masih sharing dengan pusat dan provinsi,'' jelasnya.

Menurut Risma, pemkot nanti hanya menanggung kekurangan dari sharing itu. Namun, jika dikalkukasi, beban yang menjadi tanggungan pemkot masih sekitar Rp 136,7 miliar. Untuk kebutuhan pasti, Dispendik masih menghitungnya secara rinci.

''Memang, data anak usia SD dan SMP sudah ada. Namun, masih akan diverifikasi di lapangan oleh Dispendik. Agar nanti anggaran yang tersedia cukup untuk semua anak usia sekolah,'' ujar Risma.

Dia menjelaskan, dalam usul perubahan BOS yang diajukan Dispendik, untuk jenjang SD menjadi Rp 50 ribu dari sebelumnya Rp 31.700 per siswa untuk setiap bulan. Dengan begitu, ada kenaikan Rp 18.300. Untuk SMP, dari Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu. Komposisi pendanaan antara APBN dan APBD masing-masing Rp 29.500 dan Rp 70.500.

Untuk SMK, tidak hanya negeri yang bakal mendapat BOS. Tahun depan SMK swasta juga mendapat dana tersebut. Besarnya BOS untuk SMKN Rp 152 ribu dan SMK swasta Rp 150 ribu. ''Kita tidak membedakan negeri dan swasta. Semuanya akan dapat,'' ungkapnya.

Tak hanya itu. Pemkot juga menyediakan BOS bagi siswa dari keluarga miskin (gakin) untuk SMA. Total ada 17.783 siswa gakin yang bakal mendapat jatah. Adapun komposisi sharing BOS untuk SMAN antara pusat, pemprov, dan pemkot sebesar 40 : 30 : 30 persen.

''Memang anggaran pendidikan yang dibutuhkan nanti sangat besar,'' kata mantan kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan itu. Risma berharap usul Dispendik itu bisa dikabulkan DPRD Surabaya. Sebab, bantuan itu sangat penting untuk meminimalkan angka putus sekolah karena alasan biaya.

Selain itu, kata Risma, jika biaya operasional terpenuhi semua, diharapkan tidak ada lagi pungutan-pungutan dengan dalih apa pun. ''Harapannya, tidak ada donasi-donasi lagi. Sebab, semua kebutuhan sudah tercukupi,'' tegas perempuan yang suka makan rujak tersebut. (kit/hud)