Selasa, 09 Februari 2010
 
  Internasional
[ Selasa, 09 Februari 2010 ]
Unggul Tiga Persen, Viktor Yanukovych Klaim Jadi Pemenang Pilpres Ukraina
KIEV - Penghitungan suara hasil pemilihan presiden (pilpres) Ukraina putaran kedua memang belum berakhir hingga tadi malam. Tapi, Viktor Yanukovych mengklaim menjadi pemenang dari total 93,8 persen suara yang sudah dihitung. Pasalnya, mantan perdana menteri tersebut mengantongi 48,6 persen suara berbanding 45,8 persen suara yang didapat oleh rivalnya, incumbent Perdana Menteri Yulia Tymoshenko.

"Sejak hari ini (kemarin) jalan baru terbuka untuk Ukraina," ujar Yanukovych seperti dikutip Associated Press (AP) kemarin WIB (8/2).

Kalau benar keunggulan Yanukovych tersebut tak tersalip Tymoshenko hingga suara tuntas dihitung, dia bakal menggantikan Viktor Yushchenko yang sudah kalah di putaran pertama pilpres. Hingga tadi malam dua wilayah pemilihan yang masih belum menyelesaikan penghitungan adalah Crinea dan Lugansk.

Dengan beda hanya sekitar tiga persen dan suara yang belum dihitung tersisa tujuh persen, klaim kemenangan Yanukovych tersebut sebenarnya terlalu dini. Tapi, tokoh pro-Rusia yang kalah di pemilu 2004 itu sangat percaya diri.

"Saya pikir Yulia Tymoshenko seharusnya bersiap mengundurkan diri," tuturnya di jumpa pers di Kiev seperti dilansir Interfax-Ukraina dan dikutip BBC.

Di pihak lain, Tymoshenko menolak untuk mengaku kalah. Menurut dia, penghitungan berlangsung dengan penuh kecurangan. Untuk itu, politikus cantik yang dikenal dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin itu hendak menggerakkan pendukungnya agar komisi pemilihan mengadakan penghitungan ulang.

"Terlalu awal (untuk) menarik kesimpulan apa pun," kata perempuan 49 tahun yang dikenal dengan tatanan rambutnya yang khas tersebut sebagaimana dikutip AP.

Yanukovych pun menyatakan siap menghadapi perlawanan Tymoshenko tersebut. Itu otomatis membakar suasana negeri bekas pecahan Uni Soviet tersebut. Peningkatan keamanan pun terlihat di sejumlah kota, terutama di ibu kota Kiev.

Mikhail Okhendovsky, anggota Komisi Pemilihan Umum Ukraina, membantah tudingan Tymoshenko tentang terjadinya kecurangan dalam skala besar. Buktinya, lanjut dia, Yanukovych hanya unggul tipis atas Tymoshenko.

Namun, Okhendovsky memperkirakan, Tymoshenko akan membawa kasus itu ke Mahkamah Agung. "(Dalam) tradisi pemilu Ukraina selama ini, yang kalah tak pernah bisa menerima kekalahan," ujar Okhendovsky. (war/ttg)