Selasa, 09 Februari 2010
 
  Berita Utama
[ Selasa, 27 Januari 2009 ]
Bus Kramat Jati Masuk Jurang
Sopir Ngantuk, Enam Tewas

GARUT - Bus Kramat Jati jurusan Bandung-Wonogiri bernomor polisi B 7859 AC jatuh ke jurang di Kampung Pangkalan, Desa Sukaratu, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, kemarin pukul 04.30. Akibatnya, enam penumpang termasuk sopir tewas seketika dan 22 lainnya luka berat serta ringan.

Radar Tasikmalaya (Jawa Pos Group) melaporkan, saat ditemukan warga, posisi bus yang sedang mengangkut 30 penumpang itu berada dalam jurang berkedalaman 200 meter dengan keadaan terbalik dan rusak berat. Sebagian joknya keluar, kaca-kaca hancur, dan bodi bus penyok. Diduga kuat, bus sempat terguling beberapa kali hingga akhirnya berhenti dengan posisi terbalik ke atas.

Evakuasi penumpang yang selamat dan terluka butuh waktu sekitar empat jam. Sebab, untuk menuju lokasi bus, hanya ada jalan setapak yang licin akibat hujan. Namun, berkat kerja keras warga dan jajaran Polres Garut, evakuasi berhasil dilakukan sekitar pukul 09.00.

Korban tewas dan terluka dibawa ke Puskesmas Malangbong, Citeras. Sebagian lainnya dilarikan ke RS Santo Yusuf, Bandung, menggunakan ambulans dari Puskesmas Malangbong.

Kapolres Garut AKBP Rusdi Hartono menyatakan, dari pendataan para korban di Puskesmas Malangbong dan RS Santo Yusuf, jumlah korban tewas enam orang. Termasuk sopir bus, Jajang Sepulloh, warga Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay, Bandung. Sementara itu, 14 orang mengalami luka berat dan delapan lainnya terluka ringan.

Selain sopir, lima korban tewas lainnya adalah Moh. Iman Huzaeni, 44, dan putrinya, Karina, 15, warga Cijawura Girang, Bandung; Tukimin, 40, warga Permata Biru, Cinunuk, Bandung; Ny Sisam, 70, warga Karangbuluan, Klaten, Jawa Tengah; dan Ny Winarsih, 37, warga Permata Biru, Cinunuk, Bandung.

Sampai tadi malam, Rusdi menyatakan belum bisa memastikan penyebab kecelakaan sebelum penyelidikan selesai. Namun, ada beberapa dugaan yang menyebabkan bus nahas itu terjun ke jurang. Yakni, faktor manusia, medan, kondisi kendaraan, dan cuaca. Apalagi, jalur Malangbong-Bandrek, termasuk di tikungan Pangkalan, Desa Sukaratu, minim rambu lalu lintas.

Namun, berdasar pantauan Radar Tasikmalaya di lapangan, tidak ada bekas rem di aspal jalan dekat lokasi kecelakaan. Tidak terlihat ada bekas gesekan ban dengan aspal di jalan yang mengarah ke dalam jurang. Bus seolah-seolah nyelonong begitu saja ke dalam jurang. Padahal, jika sopir sempat mengerem, akan ada bekas ban di aspal.

Temuan itu juga menguatkan dugaan bahwa sopir sedang mengantuk. Apalagi, berdasar pengakuan seorang korban selamat, Yanto, sebelum masuk jurang, kecepatan bus tidak berkurang. ''Bus meluncur cukup cepat sampai kami tiba-tiba terguling dan mendengar suara tabrakan keras,'' ungkapnya saat ditemui di Puskesmas Malangbong.(pap/nal/jpnn/kim)